Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bukittinggi Dilatih Cara Buat Jas Hujan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 3 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.380 260 27.665 651
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bukittinggi Dilatih Cara Buat Jas Hujan

Selasa, 02 Februari 2021 | 03:24 WIB Last Updated 2021-02-02T19:15:34Z
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi memberikan sambutan pada pelatihan kemitraan bagi warga binaan di Lapas tersebut. (ist)

MJNews.id - Sebanyak 80 warga binaan Lapas Kelas II A Bukittinggi mengikuti pelatihan kemandirian, Senin (1/2/2021). Pelatihan kali ini warga Binaan tersebut dibekali cara membuat mantel hujan.


Kepala Lapas Kelas II A Bukittinggi Marten mengatakan dalam pelatihan kali ini pihaknya bekerjasama dengan CV Jasa Indah Mandiri dari Pakan Baru.


"Kita berkewajiban mengadakan pelatihan dan pembinaan bagi WP. Karena kita telah ditunjuk sebagai Lapas Medium Security oleh Dirjen Pemasyarakatan," kata Marten usai membuka pelatihan.


Menurut Marten, pelatihan kemandirian itu bertujuan untuk memberikan keterampilan agar WB yang telah selesai menjalani masa hukuman dapat mandiri dan dapat diterima ditengah tengah masyarakat.


Selain itu, dengan adanya pelatihan membuat jas hujan. Aktivitas para WB akan bertambah dan akan meningkatkan income dan pendapatan tersendiri bagi WB. Disisi lain, Lapas Bukittinggi juga dapat memberikan masukan kepada keuangan negara, berupa PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).


"WB yang mengikuti pelatihan ini, adalah WB yang akan bebas. Sebab, setelah bebas mereka telah mempunyai keahlian," ucapnya.


Sejak dua tahun belakangan ini, Lapas Bukittinggi telah sering mengadakan pelatihan dan pembinaan terhadap WB, seperti pelatihan bercocok tanam bawang dan pelatihan sablon baju. Lapas mengambil suatu kebijakan bagi WB yang telah pernah mengikuti pelatihan tidak boleh mengikuti pelatihan lain lagi.


Sementara itu, pimpinan CV. Jasa Indah Mandiri, Irni Oktana menyebutkan, selama ini pangsa pasar produk jas hujan sangat menjanjikan sehingga dia kewalahan untuk memenuhi kebutuhan pasar jas hujan, baik di Sumbar maupun di luar Sumbar.


"Pelatihan ini akan kita gelar selama 5 hari ke depan. Mulai dari merakit mesin, pembuatan pola hingga menjadi jas hujan," tuturnya.


Ia menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan itu, WB akan diberikan sertifikat. Sertifikat itu dapat dipergunakan WB ditengah masyarakat.


"Hasil produki jas hujan ini, akan kita tampung dan pasarkan. Biasanya, WB yang telah lulus pelatihan akan mampu menghasilkan jas hujan sebanyak 5 lusin dalam sehari," katanya.


(ag/ril)

×
Berita Terbaru Update