DAU Dipotong 20 Persen, Rp 180 Miliar Pendapatan Tanah Datar Hilang

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 22 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
35.202 433 32.188 762
sumber: corona.sumbarprov.go.id


DAU Dipotong 20 Persen, Rp 180 Miliar Pendapatan Tanah Datar Hilang

Selasa, 09 Maret 2021 | 01:25 WIB Last Updated 2021-03-08T20:40:39Z
Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra.

MJNews.id - Pemerintah masih melakukan refocussing anggaran pada APBN, akibatnya pemerintah daerah akan mengalami penurunan sumber pendapatan, sesuai dengan edaran yang sudah dikeluarkan Menteri Keuangan.


"Ada pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 20 persen. Itu artinya, sumber pendapatan daerah akan berkurang hingga Rp180 miliar dari sebelumnya Rp900 miliar. Untuk itu, diperlukan adanya kebijakan khusus pula dalam merancang program kerja," kata Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, Senin (8/3/2021) di Salimpauang.


Anton mengatakan hal itu, saat memberi sambutan pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Salimpauang, yang juga turut dihadiri Bupati Eka Putra, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Apa yang dikatakan Anton, ditegaskan pula oleh Bupati Eka. "Defisit APBD cukup besar. DAU juga mengalami pemotongan. Ini harus disiasati agar pemerintah daerah terap bisa bergerak membangun daerah," katanya.


Eka menyebut, efisiensi anggaran harus menjadi perhatian pokok semua jajaran pemerintah daerah, mulai dari OPD sampai ke tingkat pemerintahan nagari. Selain efisien, dia juga ingin memastikan penggunaan anggaran untuk kegiatan masyarakat yang sangat bermanfaat, meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi.


Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah yang ditunjuk menjadi ketua Tim IV Musrenbang kecamatan ini mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dari lima poin hingga menjadi 1,3 poin. Fakta itu, ujarnya, berimbas pada peningkatan pengangguran dari 314 menjadi 479.


"Hal itu tidak saja dialami Kabupaten Tanah Datar, tetapi juga untuk skala provinsi dan nasional. PDRB kita juga menurun dari Rp37 juta menjadi 35 juta per tahun. Dengan demikian, pendapatan masyarakat kita mengalami penurunan yang cukup berarti," katanya.


Camat Salimpaung Abramis Yuzi melaporkan, beberapa program yang sudah disepakati pada kegiatan pra-musrenbang kembali dibahas pada tingkat kecamatan kali ini, yakni rehab kantor camat, peningkatan sektor pertanian, industri kerajinan dan kuliner, dan lain-lain.


"Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), katanya, juga melakukan pembinaan di Kecamatan Salimpaung selama tiga tahun, guna menggali dan mengembangan potensi ekonomi berbasis teknologi informasi di nagari-nagari, serta pengembangan potensi pariwisata," katanya.


(mus)


loading...



×
Berita Terbaru Update