Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Menteri Agama Optimis Ibadah Haji Bisa Diselenggarakan Tahun Ini

Senin, 15 Maret 2021 | 19:25 WIB Last Updated 2021-03-15T18:12:37Z
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

MJNews.id - Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja membahas pelaksanaan ibadah haji 2021 atau 1442 Hijriah. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tetap optimis soal penyelenggaraan haji tahun ini.


“Kita belum tahu atau belum dapat kepastian apakah Saudi akan menyelenggarakan haji dengan cara yang sama atau lebih terbuka dan mempersilakan kehadiran jemaah dari negara lain. Kita semua tentu berharap situasi yang lebih baik dari tahun lalu,” ujar Menag Yaqut di kompleks parlemen, Jakarta, Senin 15 Maret 2021.


“Kami optimis, pemerintah optimis kemungkinan diselenggarakannya ibadah haji tahun ini masih sangat terbuka. Hal ini ditandai dengan telah dilakukan vaksinasi di Saudi sebagaimana di Indonesia dalam rangka menangani pandemi Covid-19,” sambungnya.


Terlebih, Menag Yaqut mengatakan Kerajaan Arab Saudi telah berencana membuka penerbangan internasional pada Mei mendatang. Ia menilai kondisi tersebut sebagai hal positif. “Otoritas Arab Saudi juga menyatakan akan membuka penerbangan internasional per 17 Mei 2021. Situasi ini lebih positif dibanding tahun lalu di kuartal yang sama ya, yang menutup penerbangan luar negeri tidak terkecuali selama musim haji 2020. Oleh karena itu, seberapa tipis kemungkinannya kami tetap berusaha menyiapkan penyelenggaraan haji tahun ini,” ujarnya.


Yaqut mengatakan, pemerintah tetap berusaha mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2021. Meskipun, keputusan pembukaan kuota ibadah haji tetap berada di bawah kewenangan Kerajaan Arab Saudi.


“Meskipun tentu saja pemerintah Kerajaan Arab Saudi, kita semua tahu belum juga memberikan kepastian tentang penyelenggaraan haji tahun 1442 Hijriah. Namun begitu, kami terus melakukan berbagai upaya diplomasi dengan berbagai otoritas terkait Arab Saudi,” tuturnya seperti dikutip detikcom.


Menag menegaskan, Kementerian Agama (Kemenag) terus berusaha mempersiapkan dan menyusun skenario penyelenggaraan ibadah haji 2021. Ia mengatakan, pemerintah Indonesia telah siap jika pemerintah Arab Saudi membuka penerbangan haji tahun ini.


“Setidaknya kita telah siap jika pemerintah Arab Saudi membuka akses ke tanah suci bagi jamaah haji kita. Kami telah menyusun beberapa skenario. Skenario disusun utamanya berdasarkan jumlah asumsi dan penerapan protokol kesehatan dalam perspektif internasional. Kami menyebut perspektif internasional ini mengacu pada protokol yang berlaku secara global di banyak negara,” ujarnya.


Biaya Berpotensi Naik

Lebih jauh Menag Yaqut Cholil Quomas mengatakan, pandemi virus Corona berdampak terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji. Dia menjelaskan 4 variabel yang mempengaruhi pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.


“Kami kira dapat dimaklumi bersama bahwa pelaksanaan haji di masa pandemi seperti sekarang ini akan berkonsekuensi pada pembiayaan. Ada beberapa variabel yang mempengaruhi pembiayaan, sehingga diperlukan penyesuaian BPIH. Terdapat 4 variabel berpengaruh, yaitu kuota, prokes, pajak tambahan, dan kurs,” ujar dia.


Menurut Menag, semakin kecil kuota jemaah haji yang ada, maka semakin besar beban biaya untuk para calon jemaah haji. Namun, ia belum menjelaskan lebih jauh terkait besaran biaya haji tahun ini. “Secara matematis makin kecil kuota jemaah yang diberangkatkan, maka semakin besar beban biaya per orangnya,” ujar Yaqut.


Lebih lanjut, Menag Yaqut mengatakan ada beberapa penentu perhitungan biaya ibadah haji 2021. Salah satunya, adalah perhitungan dalam aspek transportasi. “Salah satu variabel penentu perhitungan tersebut adalah penetapan protokol kesehatan pada aspek transportasi,” katanya.


Yaqut berharap ada sinkronisasi antara setiap kementerian dan lembaga terkait pelaksanaan ibadah haji di masa pandemi Corona. Menurut Yaqut, sinkronisasi itu akan memudahkan pihaknya dalam mengatur biaya dan implementasi prokes bagi para calon jemaah haji. “Kami berharap ada kesepahaman atau sinkronisasi antara ketentuan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan penerapannya dalam kegiatan transportasi menurut Kementerian Perhubungan, terutama mengenai jarak fisik atau physical distancing dan persyaratan test swab,” ujarnya.


“Adanya sinkronisasi antara ketentuan protokol kesehatan memudahkan kami dalam mengimplementasikan skenario sekaligus menghitung biaya secara lebih tepat,” sambung dia.


(*/dtc)


loading...



×
Berita Terbaru Update