Curhat Bupati ke Perantau Lintau Buo IX Koto di Pekanbaru, Defisit APBD Tembus Rp 100 Miliar

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Curhat Bupati ke Perantau Lintau Buo IX Koto di Pekanbaru, Defisit APBD Tembus Rp 100 Miliar

Rabu, 07 April 2021 | 07:00 WIB Last Updated 2021-04-07T00:00:00Z

MJNews.id - Di tengah sulitnya keuangan daerah, terutama setelah dilakukannya pengalihan (refocussing) anggaran untuk memutus rantai penularan Covid-19, Kabupaten Tanah Datar masih memperoleh alokasi dana untuk melaksanakan berbagai pembangunan.


"Ada pendanaan untuk beberapa proyek pembangunan, di antaranya Rp3 miliar untuk pembangunan jalan di Puncak Pato, Rp9 miliar untuk jalan tembus Tanjung Barulak-Tapi Selo, dan pembangunan jalan Koto Nyiur-Pamusihan Rp2,5 miliar. Diharap tahun ini pembangunannya sudah selesai,” kata Bupati Tanah Datar Eka Putra, Senin 5 April 2021, di Pekanbaru.


Kehadiran bupati di kota itu dalam menghadiri silaturahmi yang dihelat perantau Lintau Buo IX Koto di Pekanbaru.


Bupati menyebut, saat ini APBD Kabupaten Tanah Datar masih mengalami defisit. Angkanya tembus Rp100 miliar. Kendati begitu, ujarnya, sejumlah program pembangunan sudah disepakati bersama unsur pemerintahan lainnya, dan bersandar kepada usulan dan kebutuhan masyarakat.


Eka juga menyebut, selaku bupati yang baru dilantik, dia mengaku senang bisa bersilaturahim dengan warga Tanah Datar, khususnya dari kawasan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, yang berdomisili di ibukota Provinsi Riau terebut. 

"Alhamdulillah kita bisa bertemu dan bersilaturahim di sini,” ujarnya.


Selain rencana pembangunan jalan yang dilaksanakan tahun ini, bupati juga menjelaskan beberapa agenda lainnya, seperti pembangunan instalasi air bersih di Nagai Tapi Selo dan Lubuak Jantan yang diperkirakanakan mengabiskan anggaran Rp18 miliar sampai selesai.


Selain kabar gembira itu, imbuhnya, ada juga kabar tak sedap, yakni bencana alam dalam bentuk angin ribut yang merusak berbagai bangunan dan fasilitas lainnya di hampir seluruh kecamatan se-Tanah Datar. Banyak tanaman masyarakat, jelas, roboh dan rusak akibat angin kencang itu.


Lebih miris lagi, kata bupati, sedikit 230 unit rumah warga juga mengalami kerusakan, baik rusak berat maupun ringan.


Ketua Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) IX Koto, Kota Pekanbaru, H. Parisman Ikhwan mengatakan, segenap warga IKLB Pekanbaru mengucapkan selamat menunaikan tugas kepada Bupati Eka bersama Wakil Bupati Richi Aprian. Mereka turut mendoakan, semoga di bawah pimpinan baru tersebut, Tanah Datar bisa lebih maju dan bekembang di masa mendatang.


"Kami atas nama perantau di Pekanbaru berharap, apa yang telah dirintis almarhum Irdinansyah Tarmizi ketika memimpin Tanah Datar, dapat dilanjutkan pada periode Eka-Richi ini, terutama program yang bermuara pada kesejahteaan masyarakat dan kelanjutgan program tahfidz Alquran,” ujarnya.


Rektor Universitas Islam Riau (UIR) Prof. Dr. H. Syafrinaldi yang juga merupakan tokoh masyarakat Lintau di Pekanbaru, pada kesempatan itu turut bangga, karena bisa bersilaturahim dan berdiskusi dengan kepala daerah kampung halamannya.


Saat ini, warga Pekanbaru yang berasal dari kawasan Lintau IX Koto tidak kurng dari 10 ribu jiwa. Pada kesempatan itu, saling bersilaturahim dan memaafkan untuk memasuki bulan suci Ramadhan.


(mus/ben)


loading...



×
Berita Terbaru Update