Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Diduga Tanpa Izin, Tujuh Tersangka Penambangan Liar Ditahan Polda Sumbar

Jumat, 09 April 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-04-09T18:59:53Z
Direktur Reskrim Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Joko Sadono bersama Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu memperlihatkan barang bukti kasus tambang ilegal saat pers release di Mapolda Sumbar, Jumat 9 April 2021. (ist)

MJNews.id - Diduga melakukan penambangan liar, tujuh orang ditangkap Tim Direktorat Reskrim Khusus Polda Sumbar di dua lokasi di Sumbar.


Ketujuh tersangka yakni AA (27), EA (38), RWP (21), J (52), N (33), A (53), dan BR (26). "Lima tersangka ditangkap di Pasaman, dan dua tersangka ditangkap di Padang," kata Direktur Reskrim Khusus, Kombes Pol Joko Sadono didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, saat konferensi pers di Mapolda, Jumat 9 April 2021.


Joko mengatakan, untuk kelima tersangka yang ditangkap di Pasaman ini diamankan barang bukti berupa satu alat berat, satu kontroler alat berat, dua karpet sintestis, dua timbangan digital dan satu buku catatan. "Mereka melakukan penambangan emas di aliran Batang Pasaman Lanai Hilir Jorong Bandar Padang Pembangunan, Kenagarian Cubadak, Pasaman," kata Joko.


Dikatakan, sebelum penangkapan pada lima tersangka ini, pihaknya mendapatkan informasi akurat dari masyarakat tentang adanya kegiatan pertambangan tanpa izin berupa penambangan emas di lokasi kejadian. Mendapat informasi itu, pihaknya langsung memastikan ke lokasi kejadian. Alhasil, ditemukan lima tersangka, AA, EA, RWP, J dan N berikut dengan barang bukti. "Lima tersangka ini mempunyai peran berbeda. Kelimanya langsung kita bawa ke Mapolda Sumbar," ujar Joko.


Sebelumnya, pihaknya telah mengamankan dua alat berat di sana. Namun, untuk satu alat berat tidak dilakukan penyitaan, dikarenakan alat berat tersebut mengalami kerusakan. "Kita amankan mereka bersama barang bukti pada Rabu (7/4) lalu. Kegiatan pertambangan ini tidak mengantongi izin. Untuk pelaku utama atau pemodal dan pemilik alat berat, kita masih melakukan penyidikan," katanya.


Dikatakannya, untuk tangkapan di galian C, di Kampung Tanjung, Kelurahan Kuranji, Kuranji, Padang, pihaknya mengamankan dua tersangka A dan BR bersama dengan barang bukti, lima alat berat, satu mobil dump truck, dan satu bundel nota atau bon pembelian. "Kegiatan mereka juga tidak memiliki izin. Kita amankan mereka 26 Maret lalu, setelah mendapat laporan dari masyarakat," ujarnya.


Menindaklanjuti pengaduan masyarakat ini, pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian dengan didampingi salah satu staf ahli dari Dinas ESDM Sumbar. Dari penyelidikan ini, pihaknya mengamankan dua tersangka dan barang bukti. "Kita langsung bawa dua tersangka ke Mapolda Sumbar," kata dia.


Dia mengatakan, dari hasil penyidikan yang dilakukan penyidik, pelaku utama atau pengelola dari kegiatan tambang liar ini yakni tersangka A dan BR. Keduanya telah dilakukan penahanan.


"Ketujuh tersangka ini kita jerat dengan Pasal 158 UU nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman kurungan penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar," ‎tutupnya.


(gsp/eds)


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update