Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Erwin Yunaz, Maestro Randang dari Kota Batiah

Senin, 10 Mei 2021 | 23:02 WIB Last Updated 2021-05-10T18:04:31Z
Erwin Yunaz.

MJNews.id - Kota Payakumbuh selama ini dikenal sebagai Kota Batiah. Memang, semenjak dulu Payakumbuh dikenal sebagai penghasil batiah. Batiah adalah makanan ringan yang terbuat dari ketan putih yang sebelumnya ditanak dan dikeringkan setelah itu digoreng di dalam tungku yang besar. Mirip dengan rengginang, hanya berbeda bahan pembuatnya karena rengginang berasal dari nasi.


Waktu pun berjalan, tiba saat pemerintah Kota Payakumbuh dipimpin duet Riza Falepi dan Erwin Yunaz. Duo orang ini sebelumnya adalah profesional sukses di bidang masing-masing dan Riza sempat menjadi anggota DPD RI periode 2009 – 2014. Namun di 2012 digantikan oleh Afrizal (alm) karena terpilih sebagai Walikota Payakumbuh. Di periode ini kolaborasi kedua pemimpin muda ini mampu mendorong Payakumbuh menjadi kota yang disegani.


Erwin Yunaz, yang nota bene adalah seorang profesional diberi ruang untuk berekspresi. Salah satunya adalah dengan mengelola industri plat merah rasa swasta.


“Kenapa tidak? Karena itu hanya masalah kebiasaan,” demikian ujar wakil walikota nan murah senyum ini.


Pemerintah kota memiliki banyak hal yang tidak dimiliki swasta dan seharusnya hal ini mampu melahirkan unit-unit bisnis yang jauh lebih baik. Salah satu rencana besarnya adalah mendirikan School of Randang di Kota Payakumbuh.


Randang yang memang identik dengan sajian makanan orang Minang, secara khusus dilabeli oleh Erwin Yunaz sebagai Randang dari Payakumbuh. School of Randang yang digagas Pemerintah Kota Payakumbuh mulai menarik minat anak-anak sekolah di Payakumbuh. Mereka dapat belajar proses membuat masakan khas Minangkabau di dapur utama sentra rendang IKM Kota Payakumbuh yang terletak di Kawasan Padang Kaduduak.


Mulai dari siswa/siswi tingkat SD sampai SMA se-kota Payakumbuh, kegiatan itu dibuka pertamakali oleh Erwin Yunaz. Menurut wakil walikota berdarah muda, sejak usia dini, masyarakat harus mengenal dan mempelajari seluk beluknya ranah Minang, adat, budaya dan kearifan lokal seperti merandang ini harus dapat terjaga dan selalu lestari sampai kapan pun.


School of Randang merupakan sebuah sarana dan wadah untuk siswa/siswi agar dapat mempelajari tentang marandang, dengan bekal ilmu pengetahuan yang telah anak-anak ini dapatkan dari kegiatan ini, kita berharap mereka paham prakteknya dengan baik dan benar, sehingga anak-anak inilah yang nantinya akan melanjutkan dan menjaga kearifan lokal serta adanya estafet ilmu.


Tidak hanya itu, melalui kegiatan School of Randang ini, sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan sentra industri Randang Kota Payakumbuh kepada seluruh siswa/siswi Kota Payakumbuh.


Selain untuk belajar ilmu tentang bagaimana cara mengolah Randang, kegiatan ini juga sekalian untuk memperkenalkan keberadaan sentra industri Randang kota Payakumbuh, yang mana ini merupakan satu-satunya sentra industri Randang yang ada di Sumatra Barat.


Ini dibuktikan dengan beberapa kali kunjungan Wakil Gubernur Milenial Audy Joinaldy ke Payakumbuh dan selalu diajak oleh Erwin menikmati randang.


Sentra industri randang Kota Payakumbuh ini sudah memiliki semua sertifikasi halal, sehingga baik mulai dari awal pengolahan sampai pengemasan sentra industri Randang ini sudah dijamin kualitasnya. Tentunya dengan sertifikasi ini, hasil produksi dari sentra randang Kota Payakumbuh tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal saja, akan tetapi sampai ke pasar mancanegara juga.


Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Erwin Yunaz tidak bosan-bosannya mengajak anak-anak muda di Payakumbuh untuk dapat menyebarluaskan kearifan lokal masakan tradisional Randang kepada semua orang.


Salah satu momen terbaik adalah kunjungan Menteri Pariwisata RI Sandiaga Uno baru–baru ini. Menteri penyuka lari ini diajak Erwin melihat sekaligus mencoba proses pembuatan randang Payakumbuh. Melalui generasi penerus sekarang inilah tempatmenyerahkan bekal ilmu pengetahuan marandang, agar kearifan lokal marandang ini dapat disebarluaskan oleh mereka ke generasi berikutnya.


Beberapa hari jelang Lebaran ini, sepertinya masyarakat dimana saja di Sumatera Barat telah mulai merandang. Masakan satu ini memang mendunia sampai keluar negeri kiprah masakan olahan daging sapi, santan kelapa dan berbagai bumbu lainnya. Tidak peduli berapa pun harga daging, harga cabai tetap semua keluarga di Sumbar ini pasti menyuguhkan randang di hari Lebaran ini.


Tradisi menarik ini entah sudah berapa lama ini terjadi dan bermula. Sebuah trade mark juga sudah diciptakan oleh Erwin Yunaz.


Ingat Randang Ingat Kota Payakumbuh.


Selamat Lebaran dan marandang.


(hms/yud) 


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update