Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.817 603 44.887 1.120
sumber: corona.sumbarprov.go.id

BUMDes Apar Kelola Pariaman Mangrove Park Apar Secara Mandiri

Kamis, 03 Juni 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-06-03T06:00:00Z
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono berdialog dengan Direktur BUMDes Apar Mandiri, Fadel Muhammad didampingi oleh Walikota Pariaman, Genius Umar dan jajaran KKKP RI, pada peresmian Pariaman Mangrove Park Apar, Rabu 2 Juni 2021 sore.

PARIAMAN, MJNews.id - BUMDes (Badan usaha Milik Desa) Apar Mandiri akan mengelola Pariaman Mangrove Park Apar, setelah dibuka secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, pada Rabu 2 Juni 2021 sore.


Pariaman Mangrove Park Apar ini berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, yang terintegrasi dengan Penangkaran Penyu yang ada disana.


Fadel Muhammad, Direktur BUMDes Apar Mandiri, menyampaikan dengan telah dibukanya Pariaman Mangrove Park Apar bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini, maka pihaknya akan mulai mengelola kawasan ini dengan memanfaatkan potensi yang ada.


“Untuk pemasukan Desa, kita akan memberlakukan tiket masuk kedalam kawasan Pariaman Mangrove Park ini, dimana karcis retribusi akan disesuakani dengan Perdes nomor 4 tahun 2019 tentang Kawasan Wisata Apar, dengan tarif Rp. 3.000 rupiah,” ujarnya.


Lebih lanjut Pemuda asli Desa Apar ini, juga akan mengenakan tarif parkir selain tiket retribusi masuk, dimana untuk parkir, pihak BUMDes akan menetapkan tarif Rp. 2.000 untuk Sepeda Motor, Rp. 5.000 untuk Mobil dan Rp. 15.000 untuk Bus Pariwisata, terangnya.


Pengelolaan dan pemanfaatan tracking mangrove yang telah menjadi kewenangan BUMDes Apar Mandiri, akan berdampak pada tingkat perekonomian desa dan kawasan, dimana pihaknya akan meningkatkan fungsi tracking mangrove sebagai wisata alam dan edukasi.


“Kita juga telah menyediaan penyewaan Kano untuk menyusuri Hutan mangrove ini, dimana untuk tiketnya pun sangat terjangkau, sehingga wisatawan dan pengunjung bisa menikmati bermain kano sambil menyusuri hutan mangrove yang asri ini,” tuturnya.


Selain itu, dengan adanya kawasan Pariaman Mangrove Park Apar dari sisi pengembangan pariwisata, dampak ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat sekitar, dengan membuka kedai-kedai makanan dan suvenir.


“Kawasan mangrove yang hijau lestari serta dikemas dengan baik berpedoman pada nilai keberlanjutan, diproyeksi akan menjadi sebuah potensi dan daya tarik bagi pengembangan kepariwisataan daerah, yang akan menjadikan pariwisata Kota Pariaman kian beragam,” ulasnya.


“Adanya kawasan ini juga memberikan berkah bagi masyarakat yang berada di sini, dimana mereka bisa berjualan untuk menambah penghasilanya, dan ini telah dirasakan langsung oleh pedagang selama ini,” tukasnya lebih lanjut.


BUMDes Apar Mandiri juga memproduksi sirup mangrove yang berasal dari buah mangrove yang diolah oleh ibu-ibu Desa Apar, dengan diberi nama "Parma" singkatan Apar Mandiri.


Fadel sapaan akrab Direktur BUMDes Apar Mandiri ini, juga menerapkan kepada para pedagang untuk melakukan pembersihan lokasi kedainya secara mandiri, dan untuk kawasan dilakukan dengan gotong royong, ucapnya mengakhiri.


(hms/sul) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update