Kasus Pencemaran Nama Baik Mantan Bupati Solok Gusmal, Edisar Dimejahijaukan
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kasus Pencemaran Nama Baik Mantan Bupati Solok Gusmal, Edisar Dimejahijaukan

Kamis, 01 Juli 2021 | 14:25 WIB Last Updated 2021-07-01T10:38:13Z

Edisar vs Gusmal.

AROSUKA, MJNews.ID - Meski pemilihan bupati (Pilbup) Solok sudah selesai dan Bupati-Wabup terpilih Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu sudah bekerja ke sana-sini, namun dampak negatif dari pilkada tersebut ternyata masih membekas dan memakan korban di antara pendukung pasangan Cabup-Wabup berbeda.

Salah satu diantaranya adalah melibatkan terdakwa Edisar, sekarang Plt Sekda Kabupaten Solok. Saat pilbup, Edisar masih jadi Asisten Koordinator Pemerintah setempat.

Edisar dihadirkan ke meja hijau Pengadilan Negeri Kotobaru Solok sebagai terdakwa atas Kasus Pencemaran Nama Baik dan Penghinaan terhadap nama baik Gusmal yang jadi Bupati Solok saat kejadian, beberapa waktu lalu, jelang Pilbup Wabup dilakukan.

Sidang Nomor 90/Pid.B/PN Ktbr 2021 pada Rabu 30 Juni 2021 tersebut dipimpin Hakim Ketua Awaluddin Hendra Apriliana, Hakim Anggota Muhammad Retza dan Belliansya.

Dari pemeriksaan saksi pelapor Gusmal mengatakan, terus-terang Gusmal akibat pembicaraan terdakwa dengan saksi Yusril dkk di rumah Guguk sampai ke sana-sini, tidak soal Pilbup Solok saja, mengakibatkan saksi pelapor Gusmal merasa sangat kecewa, sakit hati dan dirinya tak dapat menerima perkataan ke sana-sini melibatkan nama saksi pelapor Gusmal. Bahkan Gusmal merasa terhina dengan kata-kata tak pantas dan pedas tersebut, sehingga saksi pelapor akhirnya melaporkan perbuatan dan tindakan terdakwa kepada pihak kepolisian guna ditindaklanjuti.

Dalam persidangan, saksi Yusrizal merekam pembicaraan dia dan kawan-kawan dengan terdakwa juga tampil sebagai saksi di persidangan.

Sebaliknya terdakwa Edisar juga tak membantah suara yang diperdengarkan dalam sidang tersebut, bahwa itu adalah suara dia.

Sementara itu, netizen mengatakan, menyikapi peristiwa terjadi di mana masyarakat untuk hati-hati berbicara dengan siapapun walau teman dekat dan orang sudah dikenal sekali, karena namanya hidup, tingkah laku dan tingkah polah manusia ini bermacam-macam. Kadang cerita ke sana ke sini untuk terbatas. Apalagi tidak off the record, bisa direkam dan dimanfaatkan orang lain untuk hal-hal yang dapat memicu munculnya persoalan baru dan tak diduga sama sekali.

(zal)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update