Diduga Korupsi Dana Covid-19, Kadis Kesehatan Payakumbuh Jadi Tersangka
×

Adsense

Adsense Mobile

Diduga Korupsi Dana Covid-19, Kadis Kesehatan Payakumbuh Jadi Tersangka

Kamis, 25 November 2021 | 20:00 WIB Last Updated 2021-11-25T14:03:10Z



Kejaksaan Negeri Payakumbuh
Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Payakumbuh, Mjnews.id - Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah pihak pascapenggeledahan di sejumlah Kantor (Dinas Kesehatan, Perusahaan Umum Daerah Tirta Sago serta RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh) oleh Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Penegak Hukum yang berkantor di Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat itu menetapkan tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Penyimpangan Dana Covid-19 tahun 2020.

Kejaksaan Negeri Payakumbuh pada Kamis 25 November 2021, menetapkan tersangka yang berinisial BK yang merupakan kepala di salah satu OPD yang digeledah beberapa waktu sebelumnya.

Penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Payakumbuh dalam kasus dugaan penyimpangan dana Covid-19 tahun 2020 menjadi “kado pahit” jelang Ulang Tahun Payakumbuh pada 17 Desember sekaligus jadi Kado jelang Hari Anti Korupsi 9 Desember 2021.

Atas penetapan tersangka terhadap dirinya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) berinisial BK yang selama ini dikenal gigih dalam penanganan kasus Covid-19 itu mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, ia diperbolehkan pulang setelah penangguhan penahanan yang diajukan dikabulkan pihak Kejaksaan.

Hal tersebut diungkapkan Kajari Payakumbuh, Suwarsono, SH didampingi Kasi Pidsus 1, Satria Lerino, SH dan Kasi Intel, Robby Prasetya, SH saat pres relis penetapan tersangka BK.

”Hari ini penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) telah memasuki babak baru dengan penetapan satu orang tersangka untuk sementara, kita juga belum melakukan penahanan,” kata Suwarsono.

Suwarsono juga menambahkan, penahanan tidak dilakukan juga karena tersangka BK Satgas penanganan Covid-19 yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan program pemerintah.

Sementara itu, Kasi Pidsus, Satria Lerino, SH menambahkan bahwa pihaknya memiliki dua alat bukti untuk menetapkan BK sebagai tersangka, sehingga tidak ada keraguan saat di persidangan nanti.

Ia juga menambahkan hingga saat ini Tim terus bekerja untuk melihat indikasi keterlibatan pihak lain, sebab dugaan korupsi itu tidak dilakukan sendiri.

”Kita terus berjalan dan lihat indikasi adanya perbuatan yang melibatkan orang lain, sebab tidak dilakukan sendiri. Dalam waktu tidak lama lagi akan terus kita kembangkan,” ujarnya diamini Kasi Intel, Robby Prasetya, SH.

(Yud)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update