Pemko Padang Panjang Luncurkan Pasar Kuliner SIAP QRIS Bersama Bank Indonesia
×

Adsense

Adsense Mobile

Pemko Padang Panjang Luncurkan Pasar Kuliner SIAP QRIS Bersama Bank Indonesia

Senin, 13 Desember 2021 | 22:30 WIB Last Updated 2021-12-14T06:55:26Z


loading...

Pemko Padang Panjang Luncurkan Pasar Kuliner SIAP QRIS
Pemko Padang Panjang Luncurkan Pasar Kuliner SIAP QRIS. (kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id - Wakil Wali Kota, Drs. Asrul didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Wahyu Purnama A., luncurkan Pasar Kuliner Padang Panjang Sehat, Inovatif dan Aman Pakai Quick Response Code Indonesian Standard (SIAP QRIS) di Pelataran UPTD Pengelolaan Dana Bergulir, Senin (13/12/2021).

Peresmian ditandai dengan penempelan tangan pada layar oleh Wawako Asrul, Wahyu, Kepala Pemasaran Bank Nagari, Hardi Putra. 

Sistem pembayaran terus memiliki kemajuan, dan BI sebagai otoritas pembayaran terus berusaha menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Maka dibentuklah sistem pembayaran dengan merchant QRis. 

Wawako Asrul pada sambutannya mengatakan, dengan diresmikannya QRis ini, bisa membawa Pasar Kuliner (Paskul) dapat dikenal lebih luas lagi. Kota perlintasan ini sangat membuka peluang bagi Paskul untuk lebih maju lagi. 

"Kami berterima kasih kepada BI yang sudah memberikan pembinaan digitalisasi kepada pedagang, memberikan bantuan sarana dan prasarana (WiFi dan QRis), serta telah menjadikan Paskul menjadi final project yang SIAP QRis," ujarnya. 

Dengan adanya QRis di Paskul ini, tambahnya, juga membantu program Pemko Padang Panjang untuk menjadi Smart City, dengan berbelanja memakai sistem cashless dan digitalisasi. 

QRis tidak hanya bisa digunakan untuk pengguna Bank Nagari saja, namun semua bank juga bisa menggunakan sistem cashless QRis ini. Dari sekitar 90 kedai yang ada di Paskul, 85 kedai sudah menggunakan merchant QRis. 

"Ini berarti masyarakat Padang Panjang sudah kenal dengan QRis. Untuk Padang Panjang, per hari tanggal 12 Desember 2021, tercatat sudah 415 merchant dengan total transaksi sebanyak 3.800 lebih, dan dengan nominal sebanyak Rp 568 juta," tutur Hardi. 

Wahyu juga menyebutkan, Paskul ini bisa menjadi wisata yang sangat berpotensi. Setiap daerah memiliki kekayaan khas untuk pariwisata. 

"Padang Panjang ini memiliki dua khas untuk wisata yaitu budaya dan kulinernya. Sebagai kota perlintasan, ini bisa membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar. Siapa yang tidak kenal dengan Paskul Padang Panjang," ungkapnya. 

Usai melaksanakan peresmian, rombongan dilanjutkan dengan makan bersama di Sate Soleram dengan pembayaran menggunakan merchant QRis. 

(son)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update