Banyak Travel Liar Beroperasi di Sumbar, Petugas Diduga Ikut 'Bermain'
×

Adsense

Adsense Mobile

Banyak Travel Liar Beroperasi di Sumbar, Petugas Diduga Ikut 'Bermain'

Jumat, 07 Januari 2022 | 13:00 WIB Last Updated 2022-01-07T07:15:49Z



Wandri
Kabid Angkutan Pengembangan dan Perkeretaapian Dishub Sumbar, Wandri.

Padang, Mjnews.id - Kendaraan plat hitam putih mengangkut penumpang umum secara liar kewenangan siapa untuk menertibkannya?

Diamati, kendaraan dengan nopol hitam putih atau masyarakat menyebutnya sebagai angkutan travel liar. Padahal kendaraan plat hitam putih yang mengangkut penumpang umum bukanlah berstatus sebagai travel, tetapi kendaraan dengan nopol hitam putih sebagai mobil pribadi yang dipergunakan buat angkutan umum.

Fenomena ini di jalan raya sepertinya terlihat dihalalkan saja oleh petugas di lapangan. 

Lalu apa pijakan hukum untuk menertibkan kendaraan pribadi mengangkut penumpang umum secara liar ini?

Ketika dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumatera Barat (Sumbar), Heri Noviardi menegaskan, bahwa kendaraan dengan nopol plat hitam putih atau kendaraan pribadi mengangkut penumpang umum bukanlah kewenangan Dishub Sumbar untuk menertibkannya.

"Terkait ini yang menjadi kewenangan kami untuk menertibkannya adalah kendaraan angkutan umum yang berizin," lanjutnya.

Sekaitan ini pula, Heri Noviardi tak menyebutkan kewenangan lembaga pemerintah yang mana untuk menertibkannya bagi kendaraan plat hitam putih yang mengangkut penumpang umum. 

Fenomena ini juga sepertinya terkesan di lapangan tak dihiraukan lagi oleh petugas di jalan raya atau pun juga petugas di jalan raya diduga sudah 'bermain' mata antara pemilik kendaraan hitam putih yang mengangkut penumpang umum.

Jika demikian adanya, sepertinya negeri ini bagaikan negeri tak 'bertuan' karena aturan lalulintas tak bisa ditegakkan. 

Lalu, siapa yang dirugikan tentang fenomena ini? Tentu saja para pengusaha angkutan umum yang memiliki izin, karena disulitkan untuk mendapatkan penumpang umum ulah berebutan dengan travel liar.

Selain ini juga yang dirugikan adalah masyarakat yang bepergian menaiki kendaraan plat hitam putih menjadi angkutannya untuk sampai tujuan. 

Mirisnya lagi, berapa ongkos yang ditetapkan dari pemilik kendaraan travel liar ini dengan sesuka hati saja. 

Kecewanya masyarakat karena didera dengan tarif ongkos yang begitu mahal dengan semena-mena saja. Apalagi di musim Lebaran dan hari besar lainnya, ongkos menjadi momok yang menakutkan bagi penumpang travel liar ini. 

Benarkah petugas di lapangan sudah 'bermain' mata dengan angkutan travel liar ini?

Jika tidak, ayo petugas yang punya kewenangan untuk bisa menertibkan travel liar tentu perlu menindak tegas. 

Sesuai konfirmasi dari awak media ini, data dari Kadishub Sumbar, Heri Noviardi melalui Kabid Angkutan Pengembangan dan Perkeretaapian (APP) Wandri, Jumat 7 Januari 2022, menyebutkan, kendaraan umum yang memiliki izin operasi AKDP se-Sumbar yang aktif sebanyak 84 perusahaan dengan 1.571 unit kenderaan angkutan umum.

"Dan, sebanyak 15 perusahaan AJDP dengan 82 unit kenderaan angkutan umum yang aktif," pungkasnya.

(Obral Caniago)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update