Bupati Agam Ikut Panen Padi Organik di Keltan Sawah Bangsa Kamang Mudiak
×

Adsense

Adsense Mobile

Bupati Agam Ikut Panen Padi Organik di Keltan Sawah Bangsa Kamang Mudiak

Senin, 10 Januari 2022 | 17:30 WIB Last Updated 2022-01-10T14:31:17Z



Panen Padi Organik
Bupati Agam Ikut Panen Padi Organik di Keltan Sawah Bangsa Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek.

Kamang Magek, Mjnews.id - Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman memanen padi organik di lahan Kelompok Tani Sawah Bangsa Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Senin (10/1/2022).

Panen padi organik ini juga diikuti BMKG Sumbar, Bank Indonesia (BI) wilayah Sumbar, Pemprov Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, Kepala DPKP, Yosva Deswira dan lainnya.

Bupati Andri Warman mengapresiasi Keltan Sawah Bangsa yang kini telah memanen padi organik. 

“Ini perlu dikembangkan di kelompok tani lain,” ujar bupati yang akrab disapa AWR ini.

Ia mendukung petani dalam budidaya padi organik, karena mereka tidak lagi bergantung pada pupuk mengandung zat kimia, yang juga sulit untuk didapatkan.

“Jika bisa organik kenapa tidak, karena petani juga tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi untuk mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Bupati berharap, budidaya padi organik berkembang di Agam. Pemerintah katanya akan mendukung upaya ini.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Padang Pariaman, Heron Tarigan mengatakan, sekolah lapangan yang dulunya dilakukan bersama BI di kelompok ini, hasilnya diapresiasi oleh pusat.

Bahkan budidaya padi organik yang dilakukan Keltan Sawah Bangsa ini, direspon langsung oleh provinsi lain.

“Semoga kelompok ini jadi contoh bagi keltan lainnya,” harapnya.

Ia berharap, jika ada keltan lain yang berkunjung ke Keltan Sawah Bangsa untuk belajar, agar bisa berikan ilmunya dalam budidaya padi organik ini.

Ketua Kelompok Tani Bangsa, Yenriza menjelaskan, kelompok ini mulai bergerak kembangkan padi organik pada 2014, dengan anggota 10 orang.

“Hingga kini kita miliki lahan sekitar 4,1 hektar,” ujarnya.

Dalam budidaya padi organik ini, katanya, kelompok sudah produksi pupuk sendiri, termasuk pengendalian hama yang sudah bisa ditangani, dengan menanam bunga untuk mengundang predator pemangsa hama.

“Selain itu bisa dilakukan sendiri, harga padi organik juga meningkat dibanding padi anorganik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Keltan Sawah Bangsa ini menerima sertifikat pertanian organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Sumatera Barat, yang diserahkan Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman pada ketua Keltan Sawah Bangsa, Yenriza.

(emg)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update