Pimpinan MUI Kota Sawahlunto Masa Khidmat 2020-2025 Dikukuhkan

Pimpinan MUI Kota Sawahlunto Dikukuhkan
Pimpinan MUI Kota Sawahlunto Masa Khidmat 2020-2025 Dikukuhkan.

Sawahlunto, Mjnews.id – Kepengurusan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sawahlunto, masa khidmat 2020-2025 dikukuhkan langsung oleh Ketua MUI Provinsi Sumbar, Gusrizal Gazahar, di Rumah Dinas Walikota Sawahlunto, Rabu (2/2/2022) siang.
Terpilih sebagai Ketua Umum MUI Kota Sawahlunto, Fadlih Rifenta dengan dibantu oleh lima (5) bidang sebagai unsur Dewan Pimpinan. 
Bidang Fatwa dan Hukum, dengan ketua Johan Efendi. Bidang Ukhuwah, Adrimas, bidang pendidikan dan dakwah, Didi Ifwandi, bidang Ekonomi Islam, Edi Yarman dan bidang Pemberdayaan Perempuan Remaja dan Keluarga, dengan ketua Oky Lolly Wenny. 
Sementara itu untuk dewan pertimbangan, terpilih sebagai ketua, Zohirin Sayuti dengan wakil Darmuis dan anggota, Fadlih. 
Walikota (Wako) Sawahlunto, Deri Asta, SH hadir bersama Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Eka Wahyu, SE. 
Wako Deri Asta mengatakan bahwa sinergi antara MUI dengan Pemko selama ini telah terjalin dengan baik, sehingga hasilnya telah dirasakan dengan eratnya komunikasi dan koordinasi antara kedua pihak. 
“Buah dari sinergi yang bagus dan kuat bersama MUI, telah mendukung pembangunan Kota Sawahlunto dan pelayanan kepada masyarakat. Kami yakin, sinergi ini tentu berlanjut dan semakin baik pada masa khidmat dewan pimpinan yang sekarang,” ungkap Wako Deri Asta. 
Wako Deri Asta menyampaikan terima kasih kepada jajaran Dewan Pimpinan MUI Sawahlunto masa khidmat sebelumnya. Dan kepada pimpinan masa khidmat sekarang, disampaikan ucapan selamat dan menyambut untuk bersama meningkatkan sinergi. 
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumbar, Gusrizal Gazahar mengingatkan agar jajaran MUI Kota Sawahlunto dapat hendaknya menjalankan amanah sebagai ulama dengan baik. 
“Terkhusus dalam hubungan dengan pemerintah atau dengan pemimpin, ulama itu harus mencintai dengan tulus melalui mengingatkan, apabila ada kebijakan atau pekerjaan yang tidak sesuai syariat,” ujar Gusrizal Gazahar mengakhiri.
(Fidel)