Tragis! Diduga Tak Bisa Berenang, Pelajar SMK Meninggal Saat Mandi di Sungai Prembun
×

Adsense

Adsense Mobile

Tragis! Diduga Tak Bisa Berenang, Pelajar SMK Meninggal Saat Mandi di Sungai Prembun

Jumat, 22 Juli 2022 | 22.11 WIB Last Updated 2022-07-22T15:11:13Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Pelajar SMK Meninggal Saat Mandi di Sungai Prembun
Pelajar SMK Meninggal Saat Mandi di Sungai Prembun. (f/angga)

Kebumen, MJNews.id - Seorang siswa SMK ditemukan meninggal dunia di Sungai Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat 22 Juli 2022.

Korban diketahui inisial BK (16), warga Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, pelajar kelas 10 salah satu SMK di Kutowinangun, dilaporkan meninggal dunia saat mandi di sungai itu.

Dijelaskan Kapolres Kebumen, AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S. Catur Nugraha, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat korban mandi seorang diri di sungai. 

"Awalnya korban datang menggunakan sepeda kayuh, lalu korban melepas baju dan langsung mandi di sungai itu," jelas Aiptu Catur. 

Dimungkinkan korban kurang begitu bisa berenang, sehingga sesaat setelah masuk air langsung tenggelam.

Salah seorang warga sekitar yang melihat persis kejadian itu, korban langsung hilang setelah masuk ke air dan sempat melambaikan tangan.

"Ada salah satu saksi yang melihat, korban langsung tenggelam setelah masuk ke air. Sungai itu lumayan dalam, kurang lebih 3 meter," katanya.

Warga yang melihat langsung memberitahukan ke kantor Damkar Prembun untuk segera melakukan pencarian korban di titik awal hilang.

Korban berhasil ditemukan kurang lebih 30 menit setelah dinyatakan hilang. Salah satu petugas Damkar harus menyelam ke dasar untuk menemukan korban. Saat berhasil diangkat, korban dinyatakan meninggal dunia.

Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 

Dari peristiwa itu Aiptu Catur mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih mengawasi putranya kemana mereka bermain. 

"Sudah banyak korban tenggelam di sungai lalu meninggal. Mari kita mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengecek keberadaan anak-anak kita. Jangan sampai bermain di tempat yang berbahaya," tandasnya. 

(Angga)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update