Bunda Literasi jadi Narsum pada Workshop Bunda Literasi Kepri 2022
×

Adsense

Adsense Mobile

Bunda Literasi jadi Narsum pada Workshop Bunda Literasi Kepri 2022

Kamis, 29 September 2022 | 05.00 WIB Last Updated 2022-09-29T05:57:15Z

Advertisement

Advertisement

Workshop Bunda Literasi Provinsi Kepri tahun 2022
Workshop Bunda Literasi Provinsi Kepri tahun 2022. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Setelah dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Riau pada hari Selasa (27/9/2022) lalu, Hj. Dewi Kumalasari Ansar langsung mengisi kegiatan Workshop Bunda Literasi Provinsi Kepri tahun 2022 sebagai narasumber di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (28/9/2022).

Pada Kegiatan ini selain Dewi Ansar, turut hadir pula sejumlah narasumber berkompeten, diantaranya Ketua GMPB Provinsi Kepri Hanafi Ekra dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri Rahmat dan dimoderatori oleh Dr. Jepri.

Di hadapan para peserta workshop, Dewi Ansar menjelaskan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kegemaran membaca.

"Secara umum di Indonesia khususnya Kepri minat membaca masyarakat masih rendah. Minat kita perlu membaca kembali di lingkungan kita, yang dimulai dari lingkungan keluarga kita masing-masing," kata Dewi Ansar.

Dewi Ansar juga mengungkapkan bahwa keluarga adalah akses literasi pertama, sebagai lingkup terkecil untuk menggalakkan kembali gemar membaca.

"Sebagai orang tua, bagaimana kita menggiatkan kembali literasi keluarga. Setelah itu, baru ke lingkungan sekitar, dan lingkup masyarakat luas," imbuhnya.

Selanjutnya, Dewi Ansar berharap kepada seluruh Bunda Literasi Kabupaten/Kota agar program-program Bunda Literasi ini dapat segera dilaksanakan di Kabupaten/Kota masing-masing, bahkan jika perlu hingga tingkat Kecamatan Kelurahan/Desa.

"Semoga dengan adanya program-program di masyarakat Kota, Desa hingga daerah pesisir dapat merasakan manfaatnya," harapnya.

Terakhir, untuk menyukseskan program Bunda Literasi ini, Dewi Ansar mengharapkan adanya sinergi dan kolaborasi dengan pihak-pihak yang berkompeten, misalnya TP-PKK, Dharma Wanita, Organisasi Wanita, Tokoh Adat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemangku kepentingan dan Lembaga Pendidikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Saya percaya dengan adanya sinergi dan kolaborasi ini tantangan kedepannya akan lebih mudah untuk diatasi, sehingga membaca akan menjadi salah satu kegemaran utama masyarakat" tutupnya.

(ky/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update