Harga Pangan Cabai Melonjak di Sijunjung Bukan Karena BBM
×

Adsense

Adsense Mobile

Harga Pangan Cabai Melonjak di Sijunjung Bukan Karena BBM

Kamis, 08 September 2022 | 08.00 WIB Last Updated 2022-09-08T09:16:37Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Adri
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Adri. (f/ist)

Sijunjung, Mjnews.id - Cabai-cabai lagi bikin heboh ibu ibu rumah tangga. Pada Rabu 7 September 2022 sore , seorang ibu rumah mengeluh ulah dahsyatnya harga kenaikan cabai. 

Pada hal hari Selasa 6 September tahun ini juga harga cabai merah masih berkisar seharga Rp 80 ribu/kilogram. Eh, malah pada hari Rabu 7 September ini harinya harga cabai melonjakan naik menjadi Rp 100 ribu/kilogramnya, hanya bersilang satu hari saja, ketus seorang ibu rumah tangga di sekitaran Kenagarian Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. 

"Apakah kenaikan harga cabai begitu cepat ulah dampak kenaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM)," umpat seorang ibu rumah tangga saat curhat sama teman tetangga di sebelah rumahnya. 

Terkait tentang fenomena harga cabai di negeri ini, ketika awak dari media ini makan siang jenis kuliner minang yang menyenangi masakan pedas.

Pada makan siang di salah satu rumah makan yang dilengkapi lauk paut, ikan, ayam, daging, dan telur. Namun, sesuai pantauan pada hari Rabu 7 September 2022, rumah makan lebih banyak menyediakan jenis sambal berbahan cabai hijau atau sambal lado mudo ketimbang sambal cabai warna merah. 

Kenapa ya? 

Ternyata, di saat harga cabai melonjak bos rumah makan lebih cenderung mengantisipasi pada konsumen yang menikmati hidangan masakan pada makan siang dengan sambal lado mudo. Pasalnya, lado mudo sangat mudah menyatu dan diaduk dengan tomat warna hijau pula sehingga menambah kelezatan cita rasa tersendiri bagi penyuka sambal cabai hijau. 

Nah, disinilah mainya pemilik rumah makan masakan kuliner minang guna mengatasi kenaikan harga cabai merah disaat harganya melambung tinggi. 

Mengamati fenomena lonjakan harga cabai saat ini, awak media ini langsung menjumpai Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Adri, diruang kerjanya pada sore Rabu 7 September 2022.

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Adri tak menepis tentang kenaikan harga cabai merah ini hari, ketika dikonfirmasi padanya. 

Menurut Adri, pula, -terkini, terjadi lonjakan harga bahan dapur seperti cabai, tetapi bukan karena ulah kenaikan tarif BBM. 

"Penyebabnya, lonjakan harga cabai adalah lebih tinggi pada permintaan konsumen ketimbang hasil produksi. Bahan pokok bahan pangan masih stabil, tetapi bawang juga sedikit ikutan harganya jadi naik," imbuhnya. 

"Namun, yang harus diantisipasi kerawanan pangan, lonjakan harga, kelangkaan, pangan," sebutnya menjelaskan pasca perbedaan kenaikan tarif BBM. 

"Mengantisipasi kenaikan BBM kita harus memantau distribusi segala jenis bahan pangan," pungkasnya.

(Obral Chaniago)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update