Di Rakernas Masyarakat Adat Dayak, Mendagri Sampaikan Pentingnya Merawat Keberagaman
×

Adsense

Adsense Mobile

Di Rakernas Masyarakat Adat Dayak, Mendagri Sampaikan Pentingnya Merawat Keberagaman

Jumat, 14 Oktober 2022 | 14.00 WIB Last Updated 2022-10-14T09:36:04Z

Advertisement

Advertisement

Muhammad Tito Karnavian
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. (f/kemendagri)

Balikpapan, Mjnews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Tahun 2022, yang dilangsungkan di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (13/10/2022). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pentingnya merawat keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Mendagri mengatakan, sebagai bangsa yang plural, bangsa Indonesia memiliki berbagai keberagaman, dari mulai ras, suku bangsa, adat istiadat, bahasa, bahkan agama. Keberagaman itu bukan hanya menjadi suatu kekayaan, namun menjadi bagian dari sumber konflik apabila tidak dikelola dengan baik.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dari tahun 45 (1945) sampai tahun 2022, 77 tahun kita masih tetap menjaga NKRI dalam keberagaman, dalam pluralisme kita tetap menjadi satu dalam satu bangsa dan tidak terpecah,” kata Mendagri.

Mendagri kemudian membandingkan kondisi bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya yang mengalami perpecahan akibat tak bisa merawat persatuan. Uni Soviet misalnya, meski berlatar belakang negara yang maju dari segi militer, namun kekuatan itu tak ada artinya tatkala dihadapkan pada perpecahan. 

“Tidak banyak negara yang bisa seperti negara kita, kita ambil contoh saja, negara Soviet yang hebatnya luar biasa, militernya, ekonominya, super power, pecah menjadi negara-negara, Rusia dan anak-anaknya yang lain termasuk Ukraina, bahkan perang sama anaknya,” bebernya.

Di sisi lain, Mendagri menilai, tak banyak negara yang memiliki keberagaman se-plural Indonesia. Karenanya, kekayaan ini perlu dikelola agar tak menjadi masalah yang dapat menimbulkan perpecahan. Mendagri berharap, kalaupun terdapat percikan konflik akibat perbedaan, hal itu dapat diatasi dengan manajemen konflik.

“Kita tetap harus menjaga dan merawat pluralisme Indonesia, apa pun sukunya, apa pun keturunan rasnya, apa pun perbedaan agamanya, kita tetap harus menjadi satu bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(Puspen Kemendagri)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update