Jelang Pelaksanaan KTT G20, Imigrasi Ngurah Rai Siapkan Mobile Unit
×

Adsense

Adsense Mobile

Jelang Pelaksanaan KTT G20, Imigrasi Ngurah Rai Siapkan Mobile Unit

Rabu, 26 Oktober 2022 | 02.00 WIB Last Updated 2022-10-26T06:15:59Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Anggiat Napitupulu
Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu. (f/kemenkumham)

BADUNG, Mjnews.id - Menjelang pelaksanaan presidensi KTT G20 yang akan berlangsung pada 15-16 November di Provinsi Bali, Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu menyampaikan kesiapan pelayanan Keimigrasian di Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam menyambut datangnya para Delegasi bertempat di TPI Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Anggiat Napitupulu menyampaikan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai telah menyiapkan 3 konter khusus delegasi G20 yang terpisah dengan pemeriksaan reguler.

"Kami sudah menyiapkan 3 (Tiga) konter imigrasi khusus untuk para delegasi di Terminal Kedatangan Internasional, dimana satu konter berisi empat petugas, sehingga terdapat total 12 petugas pada konter khusus tersebut," terang Anggiat, Senin (24/10/2022).

Anggiat Napitupulu menambahkan bahwa untuk pemeriksaan keimigrasian terhadap delegasi terdapat empat jalur pemeriksaan yaitu :
  1. Terminal VVIP dimana pelayanan keimigrasian bagi Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan.
  2. Terminal VIP, Pelayanan bagi Menteri atau sekelas Menteri dan Direktur Jenderal atau sekelas Eselon I.
  3. Terminal GAT (General Aviation Terminal)
  4. Terminal Kedatangan Internasional.

"Kami sudah lakukan mapping dan plotting terhadap pegawai yang akan bertugas, termasuk menyiapkan Mobile Unit yang digunakan untuk pemeriksaan keimigrasian mengingat kesibukan atau kepadatan pesawat yang akan datang pada saat itu," tambah Anggiat.

Terkait dengan pengoperasian Mobile Unit, Anggiat menjelaskan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebelumnya hanya memiliki 1 buah Mobile Unit yang digunakan pada saat kondisi-kondisi Force Majeur. Dengan adanya KTT G20 ini, Kantor Imigrasi Ngurah Rai mendapatkan tambahan sebanyak 9 Mobile Unit sehingga terdapat total 10 Mobile Unit.

"Mobile Unit ini kami manfaatkan untuk percepatan layanan kepada delegasi G20 agar tidak terjadi penumpukan antrian di Bandara. Selanjutnya pasca pelaksanaan KTT G20, Mobile Unit ini akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan bagi WNA yang datang ke Bali. Karena kami yakin pasca G20 jumlah WNA yang akan datang ke Bali akan menyamai masa-masa sebelum pandemi," tutupnya.

(bs)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update