Pantau Bapok di Wonosobo, Mendag: Harga Pangan Nasional Cenderung Turun
×

Adsense

Adsense Mobile

Pantau Bapok di Wonosobo, Mendag: Harga Pangan Nasional Cenderung Turun

Rabu, 02 November 2022 | 00.00 WIB Last Updated 2022-11-01T17:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Zulkifli Hasan pantau bapok di Wonosobo
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pantau bapok di Wonosobo, Jawa Tengah. (f/kemendag)

Wonosobo, Mjnews.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan, harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasional stabil termasuk di Pasar Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah. 

Beberapa harga komoditas cenderung turun dan berada di bawah harga rata-rata nasional. Harga beras mengalami kenaikan namun stok terpantau sangat mencukupi. 

Sedangkan untuk mengatasi kenaikan harga kedelai, Kemendag meminta Bulog melakukan importasi dan menjualnya ke pasar seharga Rp 10.000/kg.

Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan ke Pasar Kertek Wonosobo, Jawa Tengah pada Selasa 1 November 2022.Turut hadir pada kegiatan ini, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.
 
Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto dan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

"Harga barang kebutuhan pokok terpantau stabil, bahkan beberapa harga komoditas di bawah rata-rata nasional, misalnya daging ayam yang dijual Rp30.000/kg," ujar Mendag Zulkifli Hasan. 

Mendag Zulkifli Hasan menyebut, kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas beras, namun pasokannya tersedia.

"Beras memang naik sedikit. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena Pemerintah sudah menugaskan Bulog untuk melaksanakan program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga (KSPH) dengan memasok beras medium ke seluruh pedagang beras di seluruh pasar rakyat dengan harga jual di tingkat konsumen akhir maksimal sesuai HET. Seperti di Wonosobo ini rata-rata dijual harga Rp9.400/kg sedikit di bawah HET Rp9.450/kg," ungkap Mendag Zulkifli Hasan. 

Selanjutnya, Mendag Zulkifli Hasan menegaskan kembali keberhasilan program KPSH ini perlu dukungan Pemerintah Daerah untuk memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog setempat. Tujuannya,mengawal dan memastikan beras medium KPSH dapat tersalurkan sampai ke pedagang di pasar dengan harga jual maksimal sesuai HET.

"Pemda dan Perum Bulog perlu memastikan penyaluran beras medium KPSH merata dan kontinyu ke pedagang di pasar dan menginformasikan kepada masyarakat ketersediaan beras medium dengan harga sesuai HET melalui pemasangan spanduk di setiap pasar dan di pedagang beras," imbuh Mendag Zulhas

Khusus kedelai, lanjutnya, Bulog akan mengimpor langsung total sebanyak 300.000 ton dengan pengiriman awal sebesar 50.000 ton dan akan dijual di pasar dengan harga Rp10.000/kg. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden dalam rapat koordinasi Senin (31/10) kemarin. 

"Bulog akan mengimpor kedelai secara langsung sehingga harga pada Januari—Februari tahun depan diprediksi akan turun," tegas Mendag Zulkifli Hasan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Kertek harga beras medium tercatat sebesar Rp10.500/kg, beras premium Rp12.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, minyak goreng curah Rp13.000/liter, minyak goreng Minyakita Rp14.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp20.000/liter, tepung terigu Rp13.500/kg, daging sapi Rp140.000/kg, daging ayam ras Rp30.000/kg, telur ayam Rp28.000/kg, cabai merah keriting Rp35.00p/kg, cabai rawit merah Rp25.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, serta bawang putih Rp22.000/kg.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update