Tingkatkan Inovasi di Bidang Pangan, BSKDN Minta Daerah Manfaatkan Kearifan Lokal

Yusharto Huntoyungo di Palembang
Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo di Palembang. (f/kemendagri)

Palembang, Mjnews.id – Guna meningkatkan inovasi di bidang pangan, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (Pemda) memanfaatkan kearifan lokal dalam setiap inovasi yang dikembangkan.

Hal itu disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat memberi arahan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Kajian Issue Strategis yang mengusung tema “Penguatan Inovasi Daerah dalam Mendukung Sumsel Mandiri Pangan Menuju Indonesia Maju”. Gelaran tersebut dihelat di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Selasa (13/12/2022).

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Yusharto menjelaskan, Indonesia terkenal memiliki beragam kearifan lokal, terutama di bidang pangan. Hasil bumi dan laut yang melimpah sangat disayangkan bila tidak dikembangkan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, hal itu perlu dimanfaatkan untuk membangun inovasi di bidang kemandirian pangan. Upaya ini dapat dimulai dari langkah sederhana yakni menanam sendiri sayuran yang dikonsumsi atau memelihara ikan yang kaya akan protein. 

Baca Juga  Dukcapil Serahkan 59 Akta Kematian Jamaah Haji Indonesia pada Keluarga

“Kita bisa mulai menanam tanaman cepat panen seperti cabai, bayam, kangkung, dan sayuran lainnya di halaman rumah, yang bisa 10 hari panen. Kita juga bisa memelihara ikan di rumah, misal ikan mujaer sebagai sumber protein,” ungkap Yusharto.

Dirinya mengingatkan daerah agar mewaspadai potensi lonjakan harga bawang, cabai, hingga minyak goreng yang menyebabkan tingginya angka inflasi. Untuk itu, jelas Yusharto, selain menanam tanaman cepat panen, upaya mengatasi inflasi juga dapat dilakukan dengan memastikan penyimpanan produk bertahan lama.

“Memperpanjang umur simpan produk apa pun, banyak ibu-ibu yang sudah mulai menerapkan cara menyimpan sayuran dengan benar agar tidak mudah busuk, atau makanan lainnya. Nah ini, teknologi pascapanen ini menjadi bagian dari inovasi yang kita harus latihkan ke Dasawisma PKK,” ujarnya. 

Baca Juga  Akhir Tahun Anggaran, Mendagri Minta Pemda Tingkatkan Realisasi APBD

Dia mengatakan, salah satu inovasi di bidang pangan yang bisa menjadi inspirasi adalah Kebun, Kolam, dan Kandang (3K) yang berfungsi sebagai pemenuhan gizi keluarga yang berisi sayur-sayuran, ikan, dan ternak. Inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberantas stunting. 

“Itu sebagai salah satu contoh (inovasi 3K) bagaimana ketahanan pangan penting untuk diupayakan semua pihak,” terang Yusharto. 

Selain memperpanjang umur simpan produk, kemandirian pangan juga bisa ditempuh melalui perluasan jangkauan peredaran produk apabila jumlah produk sudah berlebih. Adapun upaya itu juga dapat dilakukan dengan pengemasan produk yang lebih praktis dan menarik. 

“Untuk mengatasi permasalahan pangan kita tidak bisa menggunakan cara-cara lama, karena kita tidak akan menemukan solusinya di sana. Manfaatkan cara baru dan libatkanlah teknologi untuk berinovasi,” pungkasnya.

(rel/eki)