Sekdako Bukittinggi Buka Musrenbang Kecamatan Guguak Panjang

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Sekdako Bukittinggi Buka Musrenbang Kecamatan Guguak Panjang

Rabu, 17 Februari 2021 | 02:20 WIB Last Updated 2021-02-17T17:17:10Z
Sekda Bukittinggi, Yuen Karnova membuka musrenbang Kecamatan Guguak Panjang, Bukittinggi. (ist)

MJNews.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi Yuen Karnova membuka musyawarah rencana penbangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Guguak Panjang Bukittinggi, Selasa (16/2/2021).


Musrenbang yang dipusatkan di Istana Bung Hatta Bukittinggi itu turut dibadiri Ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofyan bersama wakil ketua, Nur Hasra dan sejumlah anggota DPRD dari dapil Guguak Panjang.


Sedangkan peserta musrenbang terdiri dari OPD terkait, pihak kecamatan, kelurahan dan unsur dari tokoh masyarakat.


Sekdako Yuen Karnova mengharapkan melalui musrenbang kecamatan itu dapat melahirkan program kegiatan untuk mengatasi berbagai permasalahan di kecamatan tersebut.


"Musrenbang ini menjadi kegiatan yang sangat strategis untuk mengusulkan program kegiatan yang akan dilaksanakan guna menjawab segala permasalaban yang ada di Guguak Panjang itu," ujarnya.


Sebab permasalahan di di Guguak Panjang itu sangat komplet, karena semuanya ada di sana. Untuk itu ia mengharapkan kepada peserta musrenbang agar dapat mengusulkan proram-program yang dapat mengatasi permasalahan yang ada di kecamatan tersebut.


Sementara Ketua DPRD H.Herman Sofyan mengatakan musrenbang itu merupakan forum musyawarah untuk menampung usulan masyarakat terkait program pembangunan yang akan dilaksanakan di daerah mereka.


Dari usulan yang disampaikan melalui forum musrenbang itu, dewan berkewajiban menperjuangkannya di segi anggaran. 


Namun ia mengharapkan usulan yang disampaikan itu benar-benar kegiatan yang dapat dilaksanakan. "Kita tidak menginginkan setelah kegiatan itu dianggarkan namun tidak dapat dilaksanakan, sehingga anggaran itu menjadi Silpa, hal ini tentu tidak kita harapkan,"tegasnya.


(ril)


loading...



×
Berita Terbaru Update