Soal Tol Payakumbuh – Pangkalan, Gubernur Sumbar: Utamakan Kepentingan Masyarakat!

rapat terkait pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru
Gubernur Mahyeldi, Kepala OPD bersama Bupati 50 Kota diwakili Sekdakab bersama DPRD Provinsi Sumatera Barat rapat terkait pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru, di Istana Gubernur, Kamis (5/1/2023). (f/kominfotik)

PADANG, Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Kepala OPD bersama Bupati 50 Kota diwakili Sekdakab bersama DPRD Provinsi Sumatera Barat melakukan rapat terkait pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru, di Istana Gubernur, Kamis (5/1/2023) yang juga dihadiri oleh konsultan JICA via zoom.

Rapat ini dilakukan dalam rangka mencari jalan keluar dari permasalahan terhambatnya pembangunan tol Padang – Pekanbaru, khususnya di daerah 50 Kota di mana masyarakat 5 Nagari yang ada di sana merasa keberatan.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini menjadi rumit dikarenakan perjanjian kerja JICA dengan pemerintah Indonesia akan berakhir 31 Januari nanti, maka harus dilakukan upaya agar pembangunan ini tetap berjalan seperti rencana, yaitu dengan mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

“Rapat ini diadakan sehubungan dengan berakhirnya perjanjian kerja JICA dengan pemerintah Indonesia yang akan berakhir 31 Januari 2023 nanti. Hal ini menjadi penghambat JICA dalam melakukan perpanjangan perjanjian kerja dengan pemerintah, karena adanya keberatan pembangunan jalan tol ini dari masyarakat di 5 Nagari di Kabupaten 50 Kota tersebut,” ucap Mahyeldi.

Baca Juga  HIPMI Siap Berkolaborasi Wujudkan 100 Ribu Milenial Entrepreneur di Sumbar

Bupati 50 Kota diwakili Sekdakab Widya Putra menjelaskan bahwa dari 5 nagari tersebut, tinggal tersisa 2 nagari yang masih keberatan dengan pembangunan jalan tol ini. Untuk solusi dari masalah ini, Pemkab 50 Kota akan mengadakan pertemuan dengan kelima nagari untuk menuntaskan bersama persoalan ini.

“Kita optimis bahwa 2 nagari yang belum setuju ini bisa setuju setelah adanya itikad dari kita untuk menyelesaikan masalah ini. Nantinya kami juga akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat dari 5 nagari ini untuk didengarkan pendapat mereka, dengan begitu bisa dicari jalan keluar,” ucap Widya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan DPRD sudah beberapa kali ke lapangan dan sudah mendengar aspirasi dari pihak yang menyatakan mereka bukan menolak tapi hanya meminta pengalihan trase yang dikarenakan adanya situs adat dan budaya yang terdampak.

Baca Juga  Gelar Aksi di Kejati Sumbar, AMPSB Minta Kejelasan soal Eksekusi Bupati Pessel

“Sampai saat ini kita belum mendapatkan data berapa persen masyarakat yang sesungguhnya terdampak. Kita tentu tidak ingin terjadi proyeknya tuntas tetapi konsolidasinya masih menyisakan masalah, kita tidak ingin laporan kepada gubernur hanya berdasarkan asal bapak senang saja,” ucap Evi.

Saat diwawancarai, Mahyeldi tampak optimis bahwa masalah ini akan dapat diselesaikan sehingga pembangunan tol Payakumbuh – Pangkalan dapat terlaksana dan tetap harus mengutamakan masyarakat yang terdampak tentunya.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa selesai. Masyarakat tidak boleh dirugikan, permasalahan di masyarakat harus diselesaikan. Jadi Insya Allah, semua pembangunan di Sumatera Barat dan hak-hak masyarakat pasti diperhitungkan.” tutup Mahyeldi.

(MC Prov Sumbar)