Sakit Hati Diputus Cinta, Dua Pria di Pekanbaru Lempar Bom Molotov ke Rumah Mantan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Sakit Hati Diputus Cinta, Dua Pria di Pekanbaru Lempar Bom Molotov ke Rumah Mantan

Minggu, 20 Desember 2020 | 22:03 WIB Last Updated 2020-12-20T17:41:31Z

mjnews.id - Sakit hati karena diputus cintanya, dua pria di Pekanbaru, Riau mencoba membakar rumah korbannya dengan cara melemparkan bom molotov, Sabtu (12/12/2020).


Rumah itu terletak di Jalan Cemara, Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru.


Kedua pria yang pada Minggu (20/12/2020) ditetapkan sebagai tersangka diketahui berinisial RS alias Remon (35) dan ARS alias Ahmad (33). Keduanya warga Jalan Aman, Gang Melur, Pematang Pudu, Mandau, Bengkalis.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Rumbai Pesisir, AKP Maitertika membenarkan adanya penangkapan dua orang tersangka pembakaran atau pelemparan bom molotov itu dengan waktu yang berbeda.


Penangkapan Remon dilakukan pada Sabtu (12/12) malam dan tersangka Ahmad ditangkap Tim Opsnal Polsek Rumbai Pesisir, Selasa (15/12).


Dikatakan Kapolsek, kedua tersangka berhasil diamankan setelah adanya laporan Dina Ayu Pradita (28), warga Jalan Cemara yang menjadi korban aksi pelemparan bom molotov.


Motif tersangka sakit hati karena diputuskan cintanya oleh korban dan tersangka berniat membunuh korban dengan cara membakar rumah korban.


Lanjut Kapolsek, korban saat itu sedang berada di kamar lantai 2 rumahnya. Tiba tiba korban mendengar suara ledakan dari arah teras luar lantai atas rumahnya, lalu korban berlari mengecek ke arah sumber suara, dan didapati api sudah menyala membakar dua buah kursi kayu yang berada di teras atas rumahnya sekitar pukul 00.30 WIB.


Kemudian korban bersama anggota keluarga lainnya memadamkan api tersebut, setelah api berhasil dipadamkan di dapati pecahan botol kaca bersumbu dan berbau bensin, yang diduga sebagai pemicu ledakan dari kebakaran itu. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rumbai Pesisir.


Guna menindaklanjut laporan masyarakat lanjut Kapolsek, berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi yang ada di tempat kejadian (TKP), tim Opsnal Polsek Rumbai Pesisir melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan tersangka.


Selanjutnya berdasarkan hasil penyelidikan diperoleh informasi tentang keberadaan tersangka Remon dirumahnya sekitar pukul 21.00 WIB.


Kapolsek kemudian memerintahkan Kanit Reskrim dan Panit Reskrim bersama tim melakukan penangkapan terhadap tersangka Remon hingga ditangap di rumahnya sekiar pukul 23.30 WIB.


Setelah tersangka Remon berhasil ditangkap, dilakukan interogasi terhadap tersangka dan mengakui melakukan pembakaran rumah korban bersama tersangka Ahmad. Tersangka terlebih dahulu menyiapkan botol minuman dan merakit bom molotov tepatnya di atas Jembatan Siak IV, Jalan Sudirman Kota Pekanbaru, dengan cara mengisi bensin ke botol itu dan memasukkan sumbu ke dalamnya.


"Selanjutnya tersangka bersama Ahmad berangkat dengan menggunakan sepada motor membawa bom molotov yang sudah dipersiap untuk diledakkan.


"Setibanya di rumah korban, Remon langsung menghidupkan bom molotov dengan mengunakan mancis dan melemparkannya ke lantai dua disamping kamar korban. Nom molotov meledak dan membakari dua buah kursi, kemudian kedua tersangka meninggalkan rumah korban," katanya.


(mat)

×
Berita Terbaru Update