Komite K3RS RSUD M Zein Painan Sosialisasi dan Simulasi Code Blue

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Komite K3RS RSUD M Zein Painan Sosialisasi dan Simulasi Code Blue

Kamis, 08 April 2021 | 00:45 WIB Last Updated 2021-04-08T09:34:48Z

MJNews.id - Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) RSUD dr.Muhammad Zein Painan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Code Blue, Selasa 6 April 2021 di halaman rumah sakit setempat.


"Code Blue merupakan salah satu kode prosedur emergensi yang harus segera diaktifkan jika ditemukan seseorang dalam kondisi cardiaerespiratory arrest (Henti Jantung) di dalam area rumah sakit," ungkap Direktur RSUD dr.Muhammad Zein Painan, dr. Sutarman, Selasa 6 April 2021 di Painan.


Ia menyebutkan, kegiatan itu diprakarsai Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Kegiatan sosialisasi dan simulasi itu untuk mengaktifkan code blue kepada pegawai di rumah sakit.


Sedangkan petugas yang mengikuti sosialisasi adalah Manajemen, Keamanan, IGD, Radiologi, Labor, Apotik Sentral, Kebidanan, Perinatologi, Brankar, CSSD, Sopir Ambulans, IPLRS, IPSRS dan CS.


"Kita sudah memiliki Tim Code Blue, yaitu suatu tim yang dibentuk oleh rumah sakit yang bertugas merespon kondisi code blue di dalam area rumah sakit. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang sudah terlatih dalam penanganan kondisi cardiac respiratory arrest," jelasnya.


Kemudian lanjutnya, sebagai narasumber dalam sosialisasi itu adalah, Yossi Sofina dari Tim Code Blue dibantu Fauzi Rozandi dan Akhirul Fajri, yang memberikan sosialisasi tahapan mengaktifkan code blue, dan memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sampai datang Tim Code Blue memberi bantuan.


"Seperti kita ketahui bersama, seluruh petugas rumah sakit harus paham cara melakukan bantuan hidup dasar dan kemampuan dasar membantu pasien dalam kondisi darurat lainnya. Dan hal ini harus selalu disosialisasikan berulang dan dilatihkan kembali kepada seluruh petugas, tidak hanya petugas medis saja, mengingat keadaan pasien atau pengunjung yang tiba-tiba mengalami henti jantung akan selalu sering terjadi di rumah sakit. Kondisi tersebut membutuhkan respon dari petugas yang terlatih dan tahu harus melakukan apa bila menghadapi di lapangan," katanya.


(myd)


loading...



×
Berita Terbaru Update