Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.817 603 44.887 1.120
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Uji Kompetensi Calon Sekdaprov Sumbar Libatkan BKN Pusat

Selasa, 08 Juni 2021 | 05:00 WIB Last Updated 2021-06-07T22:00:00Z
Ketua Panitia Seleksi Sekdaprov Sumbar, Hamdani.


PADANG, MJNews.ID - Seleksi Sekdaprov Sumatera Barat (Sumbar) melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Peserta diuji kemampuan menejerialnya. Sebelumnya, seleksi Sekdaprov Sumbar menyisakan 8 orang. Mereka mengikuti rangkaian test assessment yang dipusatkan di Kantor BKN Pusat Jakarta.


Delapan peserta tersebut terdiri dari 4 kepala OPD Provinsi, 2 Sekda kabupaten/kota dan 2 JPT Pratama kabupaten/kota, setelah dinyatakan lolos pada seleksi administrasi dan penulisan makalah.


Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hamdani selaku ketua Panitia Seleksi mengatakan, sesuai Peraturan BKN Nomor 26 Tahun 2019, seorang Sekda harus memiliki kemampuan manajerial dan sosial kultural, yang dapat dinilai melalui penilaian kompetensi dengan metode assessment center. Ini merupakan kewenangan dari BKN untuk penilaian Kompetensi Jabatan Tinggi, baik utama maupun madya.


Lebih lanjut dijelaskan Hamdani, metode Assessment Center menggunakan alat ukur wawancara kompetensi tingkat kompleks, tes psikologi dan ditambah paling kurang tiga simulasi tingkat kompleks, untuk mengetahui apakah peserta memenuhi syarat atau tidak untuk bisa lanjut ke tahap wawancara.


“Kami percaya proses uji kompetensi sangat valid dan objektif mengukur kompetensi seorang Sekda,” sebut Hamdani, didampingi Pj. Sekdaprov Kepala BKD dan Sekretariat Panitia Seleksi, Senin 7 Juni 2021.


Dikatakannya, kompetensi manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi.


Delapan unsur kompetensi manajerial itu meliputi integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain. Lalu, mengelola perubahan dan pengambilan keputusan.


Berikutnya, ada kompetensi sosial kultural, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan jabatan yang diemban.


“Kompetensi sosial kultural ini adalah perekat bangsa,” katanya.


Penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural yang selanjutnya disebut penilaian kompetensi adalah suatu proses membandingkan kompetensi yang dimiliki Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan kompetensi jabatan yang dipersyaratkan dengan menggunakan metode assessment center atau metode penilaian lainnya.


Seperi diketahui, mereka yang masih bertahan untuk dapat mengikuti tahapan selanjutnya adalah, Adib Alfikri (Kepala Dinas Pendidikan Sumbar). Lalu, ada nama Andri Yulika (Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Padang), Efiyandri (Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipi Kabupaten Solok Selatan).


Berikutnya, Hansastri (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumbar), Maswar Dedi (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumbar), Rida Ananda (Sekdako Payakumbuh), Yozawardi Usama Putra (Kepala Dinas Kehutanan Sumbar) dan Zefnihan (Sekdakab Sijunjung).


Selain penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural, ada pula tahapan uji kesehatan jasmani, kejiwaan dan narkoba pada 14 Juni di Rumah Sakit Umum Dr. M. Djamil Padang. Kemudian, uji kompetensi pada 7 Juni 2021, tes kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba 14 Juni 2021. Selanjutnya, baru presentasi dan wawancara pada 25 Juni 2021. Terakhir, pengumuman hasil akhir untuk tiga calon yang kemudian diajukan ke Kemendagri pada 28 Juni 2021. 


Saat ini, Sekdaprov Sumbar masih dipegang Penjabat Benny Warlis, setelah Sekda definitif Alwis memasuki masa pensiun April 2021 lalu.


(yse/eds)

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update