Puskesmas Silungkang Wakili Kota Sawahlunto ke Lomba Tingkat Provinsi
×

Adsense

Adsense Mobile

Puskesmas Silungkang Wakili Kota Sawahlunto ke Lomba Tingkat Provinsi

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16.30 WIB Last Updated 2022-08-14T10:42:05Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Deri Asta saat penilaian Puskesmas Silungkang
Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta saat penilaian Puskesmas Silungkang tersebut pada Sabtu (13/8/2022) siang. (f/humas)

SAWAHLUNTO, Mjnews.id - Puskesmas Silungkang dengan inovasi ulat sutra dan songket jo alat tenun, membawanya ke dalam dua (2) besar lomba Puskesmas berprestasi tingkat Provinsi Sumbar.

Walikota (Wako) Sawahlunto, Deri Asta, SH bersama Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Dr dr Ambun Kadri MKM dan Kadis Kesehatan, Yasril menghadiri secara langsung kegiatan penilaian Puskesmas Silungkang tersebut pada Sabtu (13/8/2022) siang. 

Tim penilai Lomba Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dr Lila Yanwar, MARS. 

Kepala Puskesmas Silungkang dr Aulia Annur, dalam pemaparannya menyampaikan dua (2) inovasi, dalam upaya pelayanan kesehatan terpadu. 

Secara satu (1) pintu, yang ramah anak (Ulat Sutra) dan songsong keluarga bebas tuberkulosis ajak lintas sektor temukan minum obat sampai tuntas (Songket jo alat tenun). 

"Ulat Sutra ini adalah implementasi dari penetapan Puskesmas Silungkang sebagai Puskesmas Ramah Anak, karenanya kita bergerak untuk menciptakan situasi dan kondisi yang mendukung pelayanan prima pada anak. Outputnya, semua anak dan orang tua yang mendampingi ke Puskesmas, memperoleh kemudahan dan kenyamanan," ujar Aulia memaparkan. 

Proses menciptakan kemudahan serta kenyamanan pada anak, dilaksanakan melalui standar pelayanan yang dibentuk dengan sistem terintegrasi, peningkatan kualitas SDM. Khususnya untuk pelayanan dan perawatan anak, sampai kepada pemasangan atau pembangunan sarana dan prasarana yang ramah anak. 

"Songket jo alat tenun yaitu, songsong keluarga bebas tuberkulosis ajak lintas sektor temukan minum obat sampai tuntas, merupakan gerakan Puskesmas Silungkang dalam memberdayakan Juru Pemantau Batuk (Jumantuk) untuk deteksi dini dan edukasi masyarakat tentang tuberkolosis (TBC)," imbuh Kepala Puskesmas Silungkang, Aulia. 

Secara teknis, dalam inovasi songket jo alat tenun ini, para Jumantuk bersinergi dengan Kepala Dusun dan Babinkamtibmas untuk berkunjung secara door to door ke rumah warga yang mengalami gejala TBC, guna untuk mengambil sampel dahak dan memberikan pemahaman/edukasi kesehatan pernafasan. Berikutnya, hingga mendampingi proses pengobatannya. 

"Hasilnya, secara data tercatat, pada tahun 2021 kami dapat meningkatkan penjaringan kasus TBC sampai 23 persen. Sementara untuk angka kesembuhan melalui minum obat, dapat tuntas seratus persen," ungkap Aulia memberi rincian. 

Sementara itu, Wako Deri Asta mengatakan bahwa Pemko tetap berpihak dan berkomitmen dalam memberikan perhatian khusus pada kesehatan. Hal ini, didasari dari salah satu misi Pemko, meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dengan memberikan jaminan kesehatan untuk seluruh masyarakat Sawahlunto. 

"Puskesmas menjadi ujung tombak, dalam pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Sehingga komitmen Pemko akan selalu memperhatikan dan mendukung Puskesmas, baik dari segi alokasi anggaran maupun dalam bentuk program serta berbagai bentuk dukungan lainnya," ujar Wako Sawahlunto. 

Wako Sawahlunto, Deri Asta menyebutkan bahwa  melalui Dinas Kesehatan, dirinya secara berkala selalu meminta agar diberikan laporan dan evaluasi kinerja seluruh Puskesmas di Kota Sawahlunto. 

Sementara itu, anggota DPRD Kota Sawahlunto, asal Silungkang, Irland Muhammad sangat mengapresiasi atas kinerja Puskesmas Silungkang hingga masuk ke dalam penilaian dua (2) Puskesmas terbaik dan berprestasi di Sumbar, yaitu Puskesmas Silungkang(Kota Sawahlunto) dan Puskesmas Sungai Rumbai (Kab Dharmasraya). 

"Selaku anggota DPRD, saya turut mengawasi Puskemas Silungkang ini. Saya harus menyampaikan pujian, karena setelah tiga tahun pengawasan, baru sekali saya menerima kritik dari masyarakat tentang pelayanan Puskesmas Silungkang ini," ungkap Irland. 

Artinya, masyarakat telah percaya dan puas atas pelayanan Puskesmas Silungkang, yang saat ini sudah terakreditasi utama. 

"Secara data, jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Silungkang, kurang lebih sebelas ribu jiwa. Jumlah tersebut, dilayani oleh 67 orang personel. Dan rata-rata masyarakat cukup mendapat pelayanan terbaik, sehingga jarang ada yang komplain dan hal ini, harus kita apresiasi," pungkas Irland mengakhiri.

(Fd/Yung)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update