Walinagari Limbanang Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres 50 Kota
×

Adsense

Adsense Mobile

Walinagari Limbanang Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres 50 Kota

Selasa, 22 November 2022 | 14.47 WIB Last Updated 2022-11-22T07:47:56Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Limapuluh Kota, Mjnews.id - Usai dilaporkan atau dikadukan ke Polres 50 Kota oleh PI (26), staf di Kantor Walinagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota dalam kasus dugaan pencabulan, Walinagari Limbanang, Yori Noviola (45), didampingi penasehat hukumnya, Setia Budi, SH dari Kantor Advokat Setia Budi, SH dan Tim, melaporkan balik PI yang telah melakukan pencemaran nama baik dan menjatuhkan, rugikan dirinya sebagai Walinagari.

Pelaporan atau pengaduan balik PI ke pihak kepolisian dilakukan Yori yang terpilih menggantikan Walinagari sebelumnya, Ardi itu dilakukan sehari setelah PI melapor ke Polres 50 Kota.

Dalam pengaduannya itu, Yori menyebutkan bahwa kejadian itu bermula pada Jumat pagi 11 November 2022 sekitar pukul 09.00 WIB saat ia datang ke Kantor Walinagari, kemudian pelapor (Yori.red) meminta bantuan kepada PI untuk membantu memasangkan Pin, hal itu disaksikan oleh staf Kantor Walinagari dan tidak ada terjadi dugaan pelecehan seperti yang dituduhkan.

Namun pada Senin 14 November 2022 sekitar pukul 17.00 WIB pelapor didatangi oleh Sekretaris Nagari yang bertanya terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Yori pada PI seperti pemberitaan yang berkembang di media.

"Iya, saya melalui Penasehat Hukum telah membuat pengaduan ke Mapolres 50 Kota terkait perbuatan tidak menyenangkan oleh PI, sebab akibat tindakan yang dilakukan oleh PI telah mencemarkan nama baik dan menjatuhkan, rugikan diri saya sebagai Walinagari," sebut 
Yori Noviola didampingi Setia Budi, SH saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan, Selasa siang 22 November 2022 di Lesehan Petto kawasan Koto Nan IV.

Ia juga menambahkan, kejadian yang dituduhkan PI kepada dirinya tidak benar. Sebab usai pemasangan Pin, PI tetap bekerja dan bersikap seperti biasanya, lalu tiba-tiba muncul pengakuan bahwa ia telah dicabuli. 

Sementara itu Setia Budi, SH berharap pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti kegaduhan yang ditimbulkan oleh pengaduan PI, ia juga meminta pengaduan oleh kliennya untuk ditindaklanjuti karena  terkesan ada indikasi pembunuhan karakter oleh oknum tertentu. 

"Kita minta Polres 50 kota untuk menindaklanjuti kegaduhan yang ditimbulkan oleh pengaduan pengadu, kita minta juga pengaduan kita untuk ditindaklanjuti, karena ada indikasi pembunuhan karekter terhadap klien kami oleh oknum yang tidak bertangung jawab," ucap Setia Budi SH.

Ia juga menyebutkan, bahwa kedepannya akan melaporkan sejumlah pihak sesuai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bagi pihak-pihak yang menyebarkan hal itu.

Sebelumnya diberitakan, PI (26) asal Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota mendatangi Mapolres Limapuluh Kota pada Minggu (20/11/2022) didampingi oleh pihak keluarga untuk melaporkan YN (Yori Noviola, Red), oknum Walinagari Limbanang ke petugas kepolisian atas dugaan perbuatan pencabulan.

Kepada petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolres Limapuluh Kota, PI mengaku dirinya masih trauma pasca peristiwa buruk dialaminya yang dilakukan oleh YN. “Kejadian dikantor, diruangan pak wali,” ujar PI kepada wartawan.

Ia juga menambahkan, saat kejadian ia dipanggil oleh YN ke ruangannya. 

“Saya dipanggil Pak Wali YN ke ruangannya untuk memasangkan pin di dada pak wali. Tanpa rasa curiga saya ke ruangannya dan memasangkan pin di sebelah dada kirinya. Saat itu, hanya kami berdua di dalam ruangan. Sedangkan, di luar ada staff kantor lain. Kemudian YN malah memegang pundak saya dan hendak mencium saya. Bibir YN mengarah ke bibir saya. Saya pun kaget, terkejut dan langsung bergegas ke luar ruangan,” tambahnya.

(Rel/Yud)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update